Karya kriya Batik : Batik Semarang Etnic N Natural Dying

BERBAGAI MOTIF BATIK KARYA KRIYA

  1. Motif Tirang Ampar Mugasari: Motif Tirang Ampar mempunyai filosofi yang diambil dari sebuah kawasan yang dihuni oleh Ki Ageng Pandanaran, dahulu kala kawasan ini terkenal dengan tanahnya yang subur serta banyaknya pohon asam di sekelilingnya. Kawasan Tirang Ampar ini juga masih berada didekatnya kawasan Pragota atau sekarang lebih dikenal dengan kawasan Bergota, kedua kawasan ini merupakan tempat awal mulanya Ki Ageng Pandanaran memulai untuk mensyiarkan Agama Islam. Motif Tirang Ampar Mugasari memilihi filosofi yang telah di gambarkan berupa bentuk Biji asem yang merekah dan bertunas, Biji asem yang memiliki biji 4 dalam satu buahnya, Enam gelombang yang meninggalkan pulau atau air surut, lalu satu gelombang menghadap ke depan yang mempunyai arti sebagai sebuah gelombang untuk perubahan serta Isen-isen yang berarti Kandungan Hayati Semarang berupa tanaman dan ikan yang berlimpah ruah.

2. Motif JOHAR KINASIH: Setiap motif batik yang dimiliki Karya Kriya memiliki filosofi yang berbeda, seperti Motif JOHAR KINASIH diambil dari tanaman Johar. Motif ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa masyarakat Semarang sejak dahulu kala sudah mengawali kesehatan dengan mengkonsumsi Herba untuk hidup sehat. Tanaman Johar yang banyak tumbuh di Wilayah Semarang sebagai gambaran manfaat daun johar serta mengenai keberadaan pasar johar yang hanya ada di Semarang. Berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman Johar adalah sebagai bahan pengobatan herbal, berbagai penyakit yang dapat diobat menggunakan tanaman ini adalah penyakit gatal-gatal yang disebabkan alergi, Diabetes, Malaria, Kanker serta berbagai penyakit lainnya.

3. MOTIF KLARAS GODONG GEDANG PETIKAN BATIK WALI: Setiap Manusia pastilah memiliki berbagai sifat yang berbeda antara satu dengan yang lain, ada yang memiliki sifat dan ego buruk namun banyak juga yang memiliki sifat baik. Motif Klaras Godong Gedang ini adalah salah satu motif dari Batik karya Kriya yang memiliki pesan moral untuk semua makhluk di dunia serta filosofi yang mendalam, yaitu “Ojo Keminter Mundak Keblinger, Ojo Cidero Mundak Ciloko” artinya janganlah menjadi orang yang selalu Merasa paling pandai karena sifat yang seperti itu bisa membawa hidup ke arah yang salah dan tentunya merugikan diri sendiri maupun orang sekitar.

4. MOTIF ANGGREK PANDANARAN PETIKAN BATIK WALI: Sebagai simbol dari rasa cinta, kemewahan, dan keindahan bunga anggrek merupakan salah satu bunga tercantik di dunia. Tanaman anggrek sangatlah berbeda dari tanaman-tanaman lainnya, dilihat dari pertumbuhannya yang lambat serta perawatan yang harus telaten dan tentunya ekstra sabar untuk bisa melihat keelokannya saat berbunga. Begitu pula dengan salah satu motif batik karya kriya yang mengusung nama motif anggrek pandanaran petikan batik wali, filosofi dari motif tersebut menyampaikan pesan “OJO MILIK BARANG KANG MELOK, OJO MANGRO MUNDAK KENDO artinya (Jangan mudah terpesona dengan kulit luar atau kemewahan yang terlihat, jangan berpikir mendua/bercabang agar tetap fokus untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan agar tidak meleset dari tujuan awal)”.

Leave a Comment

Your email address will not be published.